-
Terjadi pembajakan akun online shop
5. ASPEK PEMASARAN
1. Gambaran Umum
·
Segmen Pasar
Take N Wear memfokuskan target
pemasaran kepada para wanita yang ingin memiliki penampilan lebih.
·
Target Pasar
Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa Take N Wear menargetkan konsumen wanita sehingga konsumen yang
paling potensial dalam bisnis ini adalah mulai dari kalangan remaja sampai usia
apapun dapat menjadi target potensial, karena seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa bisnis ini adalah bisnis yang tidak bisa dimusnahkan oleh
jaman.
·
Positioning
Take N Wear telah dikenal oleh
masyarakat dari berbagai lapisan, dan telah berhasil mengambil hati konsumen,
hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan penjualan yang signifikan dari bulan
ke bulan. Sehingga telah memiliki tempatnya sendiri didalam hati masyarakat
Indonesia.
2. Strategi Pemasaran Perusahaan dan
Pesaing
Take N Wear akan menerapkan beberapa
strategi khusus yang dipastikan dapat menarik hati konsumen, strategi-strategi
tersebut diterapkan berdasarkan pantauan kami terhadap pesaing-pesaing sejenis.
Berikut adalah beberapa strategi yang akan kami terapkan :
1. Product
Produk yang kami tawarkan akan
sangat jauh berbeda dibandingkan dengan produk-produk lain sejenis dalam hal
kualitas. Karena, kami hanya menjual produk dengan standar internasional dan
kualitas yang sangat terjamin.
2. Price
Selain menawarkan produk dengan
kualitas yang tinggi, kami juga mengedapankan harga yang sangat terjangkau
dengan begitu konsumen tidak akan merasa menyesal dengan setiap produk yang
kami jual.
3. Promotion
Take N Wear akan dipromosikan
melalui beberapa cara dan salah satunya adalah mengikuti event pameran di
bazaar dan event sejenis yang bertema fashion dan lain sebagainya sehingga kami
pastikan bahwa produk kami akan sangat cepat dikenal masyarakat luas.
4. People
Kami memiliki kemampuan yang
terampil sehingga akan mempermudah dalam memasarkan produk-produk ini.
5. Process
Selain menawarkan produk dengan
kualitas yang tinggi, kami juga mengedapankan harga yang sangat terjangkau
dengan begitu konsumen tidak akan merasa menyesal dengan setiap produk yang
kami jual.
6. ASPEK KEUANGAN
1. Strategi
Sumber Pendanaan Usaha
Salah satu komponen yang mendukung
pembangunan nasional ada-ah tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai
fungsi meng-impun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat
dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga inter-ediasi yang
ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :
a. Berbentuk
Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk
Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang Koperasi
c. Lembaga
Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Lembaga keuangan mikro yang membantu
mengembangkan iklim wirausaha di Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri
Keuangan No. SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei 2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK.
Dalam hal ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi mengacu kepada Surat Keputusan
Menteri Keuangan No.316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang menggantikan
Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala Badan Pembina BUMN No. Kep.216/M-PBUMN/1999
tanggal 28 September 1999.
Sumber pendanaan dari Program Pembinaan
Usaha Kecil dan Kope-asi (PUKK) berasal dari penyisihan laba BUMN termasuk
saldo dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebe-umnya
yang merupakan sumber pendanaan utama dalam merealisir terwujudnya pemerataan
kehidupan perekonomian masyarakat mela-ui kemitraan dengan para pengusaha kecil
dan koperasi serta ling-ungan masyarakat sekitarnya.
Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi
(PUKK) dan Bina Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang
bertujuan untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rak-yat, melalui
pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masya-rakat golongan pengusaha
kecil dan koperasi diberi kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya,
berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang berasal
dari penyisihan laba BUMN.
2. Proyeksi
Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis
harus dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana
eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 perfoema laporan
keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow.
3. Analisa
Kelayakan Usaha
Analisis investasi digunakan untuk
mengukur nilai uang atau tingkat pengembalian dari investasi yang ditanamkan
dalam suatu usaha pada masa yang akan datang. Hal ini sangat penting dilakukan
sebelum implementasi investasi yang sering mempertaruhkan dana yang sangat
besar. Dengan melakukan berbagai macam simulasi tersebut, akan diketahui
besarnya faktor-faktor resiko yang akan dihadapi, dan yang mempengaruhi layak
atau tidaknya suatu rencana investasi. Beberapa metode analisa yang dapat
dipergunakan adalah :
a. Metode
Non-Discounted Cash Flow
Non-Discounted Cash Flow adalah metode
pengukuran investasi dengan melihat kekuatan pengembalian modal tanpa
mempertimbangkan nilai waktu terhadap uang (time value of money). Metode
yang dipergunakan adalah Pay Back Period (PBP) Method, dengan formula umum sbb:
Total
Investasi
Pay Back Period =
--------------------------------------- x 1 tahun
Net Income +
Depreciation
Metode PBP merupakan alat ukur yang
sangat sederhana, mudah dimengerti dan berfungsi sebagai tahapan paling awal
bagi penilaian suatu investasi. Model ini umum digunakan untuk pemilihan
alter-natif-alternatif usaha yang mempunyai resiko tinggi, karena modal yang
telah ditanamkan harus segera dapat diterima kembali secepat mungkin. Kelemahan
utama dari metode PBP ini adalah:
· Tidak
dapat menganalisa penghasilan usaha setelah modal kembali.
· Tidak
mempertimbangkan nilai waktu uang
b. Metode
Discounted Cash Flow
Discounted Cash Flow adalah metode
pengukuran investasi dengan melihat nilai waktu uang (time value of money)
dalam menghitung tingkat pengembalian modal pada masa yang akan datang.
1. Net
Present Value (NPV)
NPV didefinisikan sebagai selisih antara
investasi sekarang dengan nilai sekarang (present value) dari proyeksi
hasil-hasil bersih masa datang yang diharapkan. Dengan demikian, NPV dapat
dirumuskan:
NPV = PV of Benefit – PV of Capital Cost
atau karena PV = (C / (1+i)n), maka:
C –
C
NPV
= ----------- -----------
(1 + i)n (1 + i)n
di mana: i = bunga
tiap periode
N = periode
(tahun, bulan)
-
C = modal (capital)
C = hasil
bersih (proceed)
Kriteria yang dipergunakan dalam penilaian
NPV adalah sbb:
1). Jika
NPV = 0 (nol), maka hasil investasi (return) usaha akan sama dengan tingkat
bunga yang dipakai dalam analisis, atau dengan kata lain usaha tidak untung
maupun rugi (impas).
2). Jika
NPV = – (negatif), maka investasi tersebut rugi atau hasilnya (return) di bawah
tingkat bunga yang dipakai.
3). Jika
NPV = + (positif), maka investasi tersebut mengun-tungkan atau hasilnya
(return) melebihi tingkat bunga yang dipakai.
Kelemahan utama dari metode NPV ini
adalah bahwa ia tidak menganalisis pemilihan alternatif usaha-usaha dengan
jumlah investasi yang berbeda.
2. Profitability
Index (PI)
Metode analisa PI sangat mirip dengan analisa NPV,
karena kedu-anya menggunakan komponen perhitungan nilai-nilai sekarang (present
value). Perbedaannya adalah bahwa satuan yang dipakai dalam NPV adalah
nilai uang, sedangkan dalam PI adalah indeks. Rumus perhitungan PI adalah
sebagai berikut:
PV
of Benefit
Profitability Index =
---------------------------
PV
of Capital Cost
Kriteria penilaian investasi dengan
menggunakan PI juga mirip dengan NPV, yaitu sebagai berikut:
-Jika PI > 1, maka
investasi dikatakan layak
-Jika PI < 1, maka
investasi dikatakan tidak layak
-Jika PI = 1, maka
investasi dikatakan BEP
3. Internal
Rate of Return (IRR)
Internal Rate of
Return didefinisikan sebagai besarnya suku bunga yang menyamakan nilai
sekarang (present value) dari investasi de-ngan hasil-hasil bersih yang
diharapkan selama usaha berjalan. Patokan yang dipakai sebagai acuan baik
tidaknya IRR biasanya adalah suku bunga pinjaman bank yang sedang berlaku, atau
suku bunga deposito jika usaha tersebut dibiayai sendiri.
Perhitungan IRR secara manual cukup kompleks, karena
harus menggunakan beberapa kali simulasi atau melakukan pola try and
error. Namun demikian, untuk skenario dua nilai NPV yang telah diketahui
sebelumnya, IRR dapat dirumuskan sebagai:
NPV1
IRR = i1 + (i2 – i1)
x ----------------------- x 100%
(NPV1 – NPV2)
di mana: NPV1 harus di atas 0
(NPV1 > 0)
NPV2 harus di bawah 0
(NPV2 < 0)
4. Analisa
Keuntungan
Analisa keuntungan ditujukan terhadap
rencana keuntungan (pene-tapan keuntungan) dengan menyesuaikan atau set-up
harga dan volu-me penjualan yang dapat diserap oleh pasar dengan
mempertimbang-kan kebijaksanaan dari pesaing. Analisa keuntungan ini harus
selalu dilakukan dalam atau dengan acuan periode tertentu.
1. Break
Even Point (BEP)
Analisa BEP atau titik impas atau titik
pulang pokok adalah suatu metode yang mempelajari hubungan antara biaya,
keuntungan, dan volume penjualan/produksi. Analisa yang juga dikenal dengan
isti-lah CPV (Cost-Profit-Volume) ini dilakukan untuk mengetahui tingkat
keuntungan minimal yang harus dicapai, di mana pada tingkat terse-but
perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya
dibedakan menjadi:
- Biaya semi
variabel, yaitu biaya yang akan ikut berubah jum-lahnya dengan perubahan
volume penjualan atau produksi, namun tidak secara proporsional. Biaya ini
sebagian akan dibe-bankan pada pos biaya tetap, dan sebagian lagi akan
dibeban-kan pada pos biaya variabel.
- Biaya
variabel, adalah biaya yang akan ikut berubah secara pro-porsional dengan
perubahan volume penjualan atau produksi.
- Biaya
tetap, adalah biaya yang tidak akan ikut berubah dengan perubahan volume
penjualan atau produksi.
Analisa BEP dihitung dengan formula sebagai berikut:
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------------- x 100%
Hasil
Penjualan – Biaya Variabel
atau dapat juga dituliskan sebagai:
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------
Biaya
Variabel
1 – -----------------------
Hasil
Penjualan
2. Kontribusi
Margin
Kontribusi margin adalah selisih antara hasil
penjualan dengan biaya variabel. Tujuan utama dari pengukuran kontribusi margin
ini adalah analisa penentuan keuntungan maksimum atau kerugian mini-mum. Yang
pertama perlu diketahui adalah rasio kontribusi margin, yaitu rasio antara
biaya variabel dengan hasil penjualan. Lebih jelasnya, dapat dilihat dari
rumusan berikut:
Biaya Variabel
Rasio kontribusi
margin = 1 – ------------------------
Hasil Penjualan
Dengan demikian, rumusan untuk menetapkan penjualan
minimal dari keuntungan yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :
Biaya
Tetap + Laba
Minimal
Penjualan = -----------------------------------
Biaya
Variabel
Pada saat menyajikan rencana usaha
kepada para investor maupun para kreditor, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh
perusahaan/pengusaha adalah sebagai berikut :
1.
Usahakan rencana
bisnis yang disusun tidak terlalu tebal tetapi lengkap, artinya mencakup
berbagai informasi yang dibutuhkan oleh evaluator baik dari piahk investor
maupun kreditor untuk melakukan pengambilan keputusan. Uraian lebih rinci
sebaiknya dibuat dalam bentuk lampiran. Kuratko dan Hodgetts (2004) menyarankan
agar tebal rencana bisnis tidak lebih dari 50 halaman.
2.
Penampilan rencana
bisnis harus dibuat menarik karena investor dan kreditor akan memperoleh kesan
pertama terhadap perusahaan yang sedang mencari pendanaan dari penampilan
rencana bisnis yang diajukan kepada mereka.
3.
Sampul depan
rencana bisnis harus memuat nama perusahaan, alamat, nomor telpon perusahaan,
dan bulan serta tahun rencana bisnis dikeluarkan. Hal tersebut untuk memudahkan
calon investor atau kreditor melakukan komunikasi dengan perusahaan atau pada
saat mereka memberikan jawaban balasan terhadap rencana bisnis yang disampaikan
perusahaan. Pada bagian dalam dari sampul, harus dituliskan jumlah
salinan/copy bisnis yang diedarkan. Hal ini akan memberi kesan kepada calon
investor maupun kreditor bahwa mereka adalah pihak yang diprioritaskan oleh
perusahaan dalam memperoleh penawaran rencana bisnis.
4.
Rencana bisnis yang
baik harus mencantumkan ringkasan eksekutif (executive summary) yang
dapat disampaikan dalam 2-3 halaman yang memuat penjelasan mengenai keadaan
usaha saat ini. Ringkasan tersebut dapat berisi produk dan jasa yang
dihasilkan, manfaat produk bagi pelanggan, ramalan keuangan, tujuan perusahaan
dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun), jumlah dana yang dibutuhkan,
serta manfaat yang akan diterima oleh investor.
5.
Penyusunan rencana
bisnis harus diorganisasikan dengan baik.
Rencana usaha yang
baik akan mencantumkan risiko utama dari suatu bisnis yang akan dijalankan.
0 komentar: