Take and Wear's business plan
BUSINESS PLAN
TAKE AND WEAR
1. RINGKASAN EKSEKUTIF
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
1. Nama Perusahaan : Take and Wear Shop
2. Bidang Usaha : Online Shop
3. Jenis Produk/ Jasa : Aksesoris
4. Alamat Perusahaan : Jalan Letjen. S. Parman No. 1 Jakarta
5. Nomor Telepon : 081111111112
6. Nomor Faks : 021-3617903
7. Alamat E-mail : takenwear@gmail.com
8. Situs Web : www.takeNwear.com
9. Bank Perusahaan : Bank Central Asia
10. Bentuk Badan Hukum : (Dalam Proses)
11. Nomor Akta Pendirian : (Dalam Proses)
12. NPWP : (Dalam Proses)
13. Mulai Berdiri : Agustus 2015
1.2 PROFIL PEMILIK DAN PENGURUS
1. Nama : Ruth Florencia Vania
2. Jabatan : Pemilik Online Shop takeandwear
3. Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 11 Januari 1996
4. Alamat : Jalan Rajawali Blok Z No. 25
007/007
Jakarta Pusat
5. Nomor Telepon : 0896-3922-6542
6. Alamat E-mail : ruthflorenciav@yahoo.com
7. Pendidikan Terakhir : Strata 1
1. Nama : Venna Natalie
2. Jabatan : Pengurus Online Shop takeandwear
3. Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 01 Februari 1996
4. Alamat : Jalan Salak Blok B1 No.198
001/002
Jakarta Utara
5. Nomor Telepon : 0823-2323-8877
(021)5558089
6. Alamat E-mail : natalievennn@yahoo.com
7. Pendidikan Terakhir : Strata 1
1. Nama : Yuliana Jufari
2. Jabatan : Pengurus Online Shop takenwear
3. Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 01 Maret 1996
4. Alamat : Jalan Kubis Blok G1 No. 336
011/012
Jakarta Barat
5. Nomor Telepon : 0878-7878-8888
6. Alamat E-mail : yulicantique@yahoo.com
7. Pendidikan Terakhir : Strata 1
1.3 URAIAN SINGKAT TENTANG PERUSAHAAN DAN PRODUK
"Take and Wear" merupakan toko online yang didirikan untuk menjual berbagai macam aksesoris untuk masyarakat terutama bagi para wanita . Aksesoris-aksesoris yang dijual "Take and Wear" merupakan barang import dari Thailand, sehingga produk yang dijual "Take and Wear" kualitas bahannya terjamin.
2. PERNYATAAN VISI DAN MISI
VISI:
"Take and wear online shop menempatkan diri sebagai online shop (e-commerce) di bidang aksesoris guna mempermudah para konsumen dalam berbelanja."
MISI:
- Memberikan pelayan terbaik bagi pelanggan berupa kemudahan dalam berbelanja serta kualitas produk dan barang terjamin dengan harga komperatif.
- Terus meningkatkan mutu dan kualitas aksesoris sesuai perkembangan zaman.
- Terus mengembangkan jaringan dan relasi untuk konsumen agar berminat untuk belanja di takeandwear.
- Mendapatkan hasil yang baik dari penjualan produk takeandwear yang berupa aksesoris, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk ekspansi usaha.
- Mengekspansi usaha hingga ke seluruh Indonesia bahkan dunia.
3. PROFIL BISNIS DAN INDUSTRI
3.1 ANALISIS INDUSTRI
A. LATAR BELAKANG
Aksesoris merupakan suatu pernak-pernik atau hiasan yang biasanya sering digunakan oleh perempuan dengan tujuan untuk mempercantik diri atau agar lebih menarik. Perempuan akan tertarik dan berminat untuk mengoleksi aksesoris-aksesoris yang lucu,unik dan bagus. Oleh karena itu, aksesoris banyak diminati banyak orang. Merintis usaha baru dengan membuka toko online shop aksesoris merupakan suatu pilhan usaha yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan yang lumayan. Hal ini dikarenakan, aksesoris banyak diminati oleh sebagian besar perempuan sehingga permintaan akan barang aksesoris tersebut juga banyak. Dengan adanya peluang dan banyak peminat maka memulai usaha baru dengan membuka toko online shop aksesoris merupakan sesuatu pilihan yang cukup tepat. Dengan memproduksi barang yang unik, lucu dan bagus serta harga yang relative terjangkau, maka akan dapat menarik minat banyak orang untuk membeli.
B. FAKTOR KUNCI KESUKSESAN
- Produk aksesoris dengan kualitas premium
- Tempat yang strategis
- Lingkungan yang mendukung
- Promosi
- Dapat diakses melalui internet, sehingga mempermudah konsumen untuk memesan dimana saja dan kapan saja
3.2 SASARAN DAN TUJUAN PERUSAHAAN
A. Pemasaran
Pemasaran yang sering kami buka adalah di tempat bazaar kuliah karena diharapkan banyak pengunjung wanita atau mahasiswi yang berminat untuk membeli produk dari "Take and Wear".
B. Operasional
Jam Operasional Take N wear adalah setiap hari senin sampai sabtu pada pukul 08.00 WIB - 21.00 WIB dengan jadwal pengiriman pesanan setiap selasa dan kamis.
Take and Wear menyediakan berbagai aksesoris cantik dan menarik yang berkualitas baik untuk dikenakan oleh kaum wanita. Banyak kaum wanita baik yang ingin mempercantik dirinya dengan menggunakan aksesoris yang menarik. Namun, seringkali aksesoris yang ingin dibeli terkadang harga dan kualitasnya tidak bersahabat. Take and Wear memberikan solusi bagi kaum hawa yang ingin membeli aksesoris dengan harga dan kualitas yang bersahabat.
4.2 ANALISIS SWOT
A. Pemasaran
Pemasaran yang sering kami buka adalah di tempat bazaar kuliah karena diharapkan banyak pengunjung wanita atau mahasiswi yang berminat untuk membeli produk dari "Take and Wear".
B. Operasional
Jam Operasional Take N wear adalah setiap hari senin sampai sabtu pada pukul 08.00 WIB - 21.00 WIB dengan jadwal pengiriman pesanan setiap selasa dan kamis.
4. STRATEGI BISNIS
4.1 CITRA DAN POSISI YANG DIINGINKAN DI PASARTake and Wear menyediakan berbagai aksesoris cantik dan menarik yang berkualitas baik untuk dikenakan oleh kaum wanita. Banyak kaum wanita baik yang ingin mempercantik dirinya dengan menggunakan aksesoris yang menarik. Namun, seringkali aksesoris yang ingin dibeli terkadang harga dan kualitasnya tidak bersahabat. Take and Wear memberikan solusi bagi kaum hawa yang ingin membeli aksesoris dengan harga dan kualitas yang bersahabat.
4.2 ANALISIS SWOT
a. Strength (Kekuatan)
-Kebebasan dan fleksibilitas, konsep jualan ini berarti tidak
perlu terikat pada suatu tempat dan bisa setiap saat membangun market yang
baru.
-Sistem promosi dengan menggunakan media online.
-Terbuat dari bahan- bahan yang berkualitas yang dapat
membuat semua orang menyukainya.
b.Weakness (Kelemahan)
-Dikarenakan variasi jualan yang banyak, tentunya akan
membutuhkan biaya yang lebih besar untuk stocknya. Kekurangan ini akan
diperbaiki dengan mengawasi pasar, untuk jenis yang terbukti kurang populer
akan dihilangkan atau dibatasi jumlahnya untuk menekan biaya, beberapa bahan
juga akan digabungkan dengan bahan lain agar tidak ada bahan yang terbuang dan
menambah variasinya
-Dikarenakan bisnis yang tidak menetap, memungkinkan juga
akan menimbulkan kesulitan untuk mendapatkan pelanggan
-Dikarenakan lokasi yang selalu berubah
-Hak paten yang sulit didapatkan untuk bisnis jenis ini
memungkinkan timbulnya banyak pesaing yang akan mempersempit lingkup dan lokasi
penjualan
c. Opportunity (Peluang)
-Dengan maraknya sistem online dan jenis sosial media akan
mempengaruhi publikasi untuk Take andWear.
-Interaksi langsung dan online dapat digunakan untuk analisis
pasar.
d. Threat (Ancaman)
-Lemahnya badan perijinan di Indonesia dan banyaknya pungli
memungkinkan biaya yang cukup besar hanya untuk perijinan
-Konsep bisnis yang cukup mudah ditiru dan market Indonesia
yang heterogen akan menimbulkan persaingan sempurna ( pesaing akan berusaha untuk menjual barang serupa dengan
harga yang lebih rendah )
-Gencarnya promosi dan penggunaan social media akan
memungkinkan timbulnya pihak pihak yang menimbulkan citra buruk dari brand image Take and Wear.
4.3 PROBLEM
YANG BERPOTENSI MUNCUL
- Peniruan logo,
merek, ataupun produk dalam pasar
- Persaingan yang
tidak sehat antar pesaing seperti pembocoran informasi yang dilakukan oleh
karyawan
4.4 HAMBATAN DAN RESIKO
Hambatan dalam mendirikan Take and Wear adalah :
-
Modal yang
ditanamkan tidak berkembang
-
Belum memiliki pengalaman dalam mendirikan usaha
online shop
-
Koneksi internet yang kurang baik dapat
menghambat online shop
- reseller atau pembisnis lapak online kesusahan
menemukan partner pemasok barang yg serasi maka gerakan penjualan tertahan
dikarenakan barangnya tak ada.
Resiko dalam mendirikan Take and Wear adalah :
-
Resiko untuk ditiru oleh orang lain, baik dari
segi produk maun\pun merek.
-
Terkena penipuan
-
Kehilangan pelanggan
-
Terjadi pembajakan akun online shop
Total Investasi
NPV1
5. ASPEK PEMASARAN
1. Gambaran Umum
·
Segmen Pasar
Take N Wear memfokuskan target
pemasaran kepada para wanita yang ingin memiliki penampilan lebih.
·
Target Pasar
Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa Take N Wear menargetkan konsumen wanita sehingga konsumen yang
paling potensial dalam bisnis ini adalah mulai dari kalangan remaja sampai usia
apapun dapat menjadi target potensial, karena seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa bisnis ini adalah bisnis yang tidak bisa dimusnahkan oleh
jaman.
·
Positioning
Take N Wear telah dikenal oleh
masyarakat dari berbagai lapisan, dan telah berhasil mengambil hati konsumen,
hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan penjualan yang signifikan dari bulan
ke bulan. Sehingga telah memiliki tempatnya sendiri didalam hati masyarakat
Indonesia.
2. Strategi Pemasaran Perusahaan dan
Pesaing
Take N Wear akan menerapkan beberapa
strategi khusus yang dipastikan dapat menarik hati konsumen, strategi-strategi
tersebut diterapkan berdasarkan pantauan kami terhadap pesaing-pesaing sejenis.
Berikut adalah beberapa strategi yang akan kami terapkan :
1. Product
Produk yang kami tawarkan akan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan produk-produk lain sejenis dalam hal kualitas. Karena, kami hanya menjual produk dengan standar internasional dan kualitas yang sangat terjamin.
2. Price
Selain menawarkan produk dengan kualitas yang tinggi, kami juga mengedapankan harga yang sangat terjangkau dengan begitu konsumen tidak akan merasa menyesal dengan setiap produk yang kami jual.
3. Promotion
Take N Wear akan dipromosikan melalui beberapa cara dan salah satunya adalah mengikuti event pameran di bazaar dan event sejenis yang bertema fashion dan lain sebagainya sehingga kami pastikan bahwa produk kami akan sangat cepat dikenal masyarakat luas.
4. People
Kami memiliki kemampuan yang terampil sehingga akan mempermudah dalam memasarkan produk-produk ini.
5. Process
Selain menawarkan produk dengan kualitas yang tinggi, kami juga mengedapankan harga yang sangat terjangkau dengan begitu konsumen tidak akan merasa menyesal dengan setiap produk yang kami jual.
1. Product
Produk yang kami tawarkan akan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan produk-produk lain sejenis dalam hal kualitas. Karena, kami hanya menjual produk dengan standar internasional dan kualitas yang sangat terjamin.
2. Price
Selain menawarkan produk dengan kualitas yang tinggi, kami juga mengedapankan harga yang sangat terjangkau dengan begitu konsumen tidak akan merasa menyesal dengan setiap produk yang kami jual.
3. Promotion
Take N Wear akan dipromosikan melalui beberapa cara dan salah satunya adalah mengikuti event pameran di bazaar dan event sejenis yang bertema fashion dan lain sebagainya sehingga kami pastikan bahwa produk kami akan sangat cepat dikenal masyarakat luas.
4. People
Kami memiliki kemampuan yang terampil sehingga akan mempermudah dalam memasarkan produk-produk ini.
5. Process
Selain menawarkan produk dengan kualitas yang tinggi, kami juga mengedapankan harga yang sangat terjangkau dengan begitu konsumen tidak akan merasa menyesal dengan setiap produk yang kami jual.
6. ASPEK KEUANGAN
1. Strategi
Sumber Pendanaan Usaha
Salah satu komponen yang mendukung
pembangunan nasional ada-ah tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai
fungsi meng-impun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat
dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga inter-ediasi yang
ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :
a. Berbentuk
Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk
Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang Koperasi
c. Lembaga
Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Lembaga keuangan mikro yang membantu
mengembangkan iklim wirausaha di Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri
Keuangan No. SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei 2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK.
Dalam hal ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi mengacu kepada Surat Keputusan
Menteri Keuangan No.316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang menggantikan
Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala Badan Pembina BUMN No. Kep.216/M-PBUMN/1999
tanggal 28 September 1999.
Sumber pendanaan dari Program Pembinaan
Usaha Kecil dan Kope-asi (PUKK) berasal dari penyisihan laba BUMN termasuk
saldo dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebe-umnya
yang merupakan sumber pendanaan utama dalam merealisir terwujudnya pemerataan
kehidupan perekonomian masyarakat mela-ui kemitraan dengan para pengusaha kecil
dan koperasi serta ling-ungan masyarakat sekitarnya.
Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi
(PUKK) dan Bina Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang
bertujuan untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rak-yat, melalui
pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masya-rakat golongan pengusaha
kecil dan koperasi diberi kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya,
berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang berasal
dari penyisihan laba BUMN.
2. Proyeksi
Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis
harus dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana
eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 perfoema laporan
keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow.
3. Analisa
Kelayakan Usaha
Analisis investasi digunakan untuk
mengukur nilai uang atau tingkat pengembalian dari investasi yang ditanamkan
dalam suatu usaha pada masa yang akan datang. Hal ini sangat penting dilakukan
sebelum implementasi investasi yang sering mempertaruhkan dana yang sangat
besar. Dengan melakukan berbagai macam simulasi tersebut, akan diketahui
besarnya faktor-faktor resiko yang akan dihadapi, dan yang mempengaruhi layak
atau tidaknya suatu rencana investasi. Beberapa metode analisa yang dapat
dipergunakan adalah :
a. Metode
Non-Discounted Cash Flow
Non-Discounted Cash Flow adalah metode
pengukuran investasi dengan melihat kekuatan pengembalian modal tanpa
mempertimbangkan nilai waktu terhadap uang (time value of money). Metode
yang dipergunakan adalah Pay Back Period (PBP) Method, dengan formula umum sbb:
Total Investasi
Pay Back Period =
--------------------------------------- x 1 tahun
Net Income +
Depreciation
Metode PBP merupakan alat ukur yang
sangat sederhana, mudah dimengerti dan berfungsi sebagai tahapan paling awal
bagi penilaian suatu investasi. Model ini umum digunakan untuk pemilihan
alter-natif-alternatif usaha yang mempunyai resiko tinggi, karena modal yang
telah ditanamkan harus segera dapat diterima kembali secepat mungkin. Kelemahan
utama dari metode PBP ini adalah:
· Tidak
dapat menganalisa penghasilan usaha setelah modal kembali.
· Tidak
mempertimbangkan nilai waktu uang
b. Metode
Discounted Cash Flow
Discounted Cash Flow adalah metode
pengukuran investasi dengan melihat nilai waktu uang (time value of money)
dalam menghitung tingkat pengembalian modal pada masa yang akan datang.
1. Net
Present Value (NPV)
NPV didefinisikan sebagai selisih antara
investasi sekarang dengan nilai sekarang (present value) dari proyeksi
hasil-hasil bersih masa datang yang diharapkan. Dengan demikian, NPV dapat
dirumuskan:
NPV = PV of Benefit – PV of Capital Cost
atau karena PV = (C / (1+i)n), maka:
C –
C
NPV
= ----------- -----------
(1 + i)n (1 + i)n
di mana: i = bunga
tiap periode
N = periode
(tahun, bulan)
-
C = modal (capital)
C = hasil
bersih (proceed)
Kriteria yang dipergunakan dalam penilaian
NPV adalah sbb:
1). Jika
NPV = 0 (nol), maka hasil investasi (return) usaha akan sama dengan tingkat
bunga yang dipakai dalam analisis, atau dengan kata lain usaha tidak untung
maupun rugi (impas).
2). Jika
NPV = – (negatif), maka investasi tersebut rugi atau hasilnya (return) di bawah
tingkat bunga yang dipakai.
3). Jika
NPV = + (positif), maka investasi tersebut mengun-tungkan atau hasilnya
(return) melebihi tingkat bunga yang dipakai.
Kelemahan utama dari metode NPV ini
adalah bahwa ia tidak menganalisis pemilihan alternatif usaha-usaha dengan
jumlah investasi yang berbeda.
2. Profitability
Index (PI)
Metode analisa PI sangat mirip dengan analisa NPV,
karena kedu-anya menggunakan komponen perhitungan nilai-nilai sekarang (present
value). Perbedaannya adalah bahwa satuan yang dipakai dalam NPV adalah
nilai uang, sedangkan dalam PI adalah indeks. Rumus perhitungan PI adalah
sebagai berikut:
PV
of Benefit
Profitability Index =
---------------------------
PV
of Capital Cost
Kriteria penilaian investasi dengan
menggunakan PI juga mirip dengan NPV, yaitu sebagai berikut:
-Jika PI > 1, maka
investasi dikatakan layak
-Jika PI < 1, maka
investasi dikatakan tidak layak
-Jika PI = 1, maka
investasi dikatakan BEP
3. Internal
Rate of Return (IRR)
Internal Rate of
Return didefinisikan sebagai besarnya suku bunga yang menyamakan nilai
sekarang (present value) dari investasi de-ngan hasil-hasil bersih yang
diharapkan selama usaha berjalan. Patokan yang dipakai sebagai acuan baik
tidaknya IRR biasanya adalah suku bunga pinjaman bank yang sedang berlaku, atau
suku bunga deposito jika usaha tersebut dibiayai sendiri.
Perhitungan IRR secara manual cukup kompleks, karena
harus menggunakan beberapa kali simulasi atau melakukan pola try and
error. Namun demikian, untuk skenario dua nilai NPV yang telah diketahui
sebelumnya, IRR dapat dirumuskan sebagai:
NPV1
IRR = i1 + (i2 – i1)
x ----------------------- x 100%
(NPV1 – NPV2)
di mana: NPV1 harus di atas 0
(NPV1 > 0)
NPV2 harus di bawah 0
(NPV2 < 0)
4. Analisa
Keuntungan
Analisa keuntungan ditujukan terhadap
rencana keuntungan (pene-tapan keuntungan) dengan menyesuaikan atau set-up
harga dan volu-me penjualan yang dapat diserap oleh pasar dengan
mempertimbang-kan kebijaksanaan dari pesaing. Analisa keuntungan ini harus
selalu dilakukan dalam atau dengan acuan periode tertentu.
1. Break
Even Point (BEP)
Analisa BEP atau titik impas atau titik
pulang pokok adalah suatu metode yang mempelajari hubungan antara biaya,
keuntungan, dan volume penjualan/produksi. Analisa yang juga dikenal dengan
isti-lah CPV (Cost-Profit-Volume) ini dilakukan untuk mengetahui tingkat
keuntungan minimal yang harus dicapai, di mana pada tingkat terse-but
perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya
dibedakan menjadi:
- Biaya semi
variabel, yaitu biaya yang akan ikut berubah jum-lahnya dengan perubahan
volume penjualan atau produksi, namun tidak secara proporsional. Biaya ini
sebagian akan dibe-bankan pada pos biaya tetap, dan sebagian lagi akan
dibeban-kan pada pos biaya variabel.
- Biaya
variabel, adalah biaya yang akan ikut berubah secara pro-porsional dengan
perubahan volume penjualan atau produksi.
- Biaya
tetap, adalah biaya yang tidak akan ikut berubah dengan perubahan volume
penjualan atau produksi.
Analisa BEP dihitung dengan formula sebagai berikut:
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------------- x 100%
Hasil
Penjualan – Biaya Variabel
atau dapat juga dituliskan sebagai:
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------
Biaya
Variabel
1 – -----------------------
Hasil
Penjualan
2. Kontribusi
Margin
Kontribusi margin adalah selisih antara hasil
penjualan dengan biaya variabel. Tujuan utama dari pengukuran kontribusi margin
ini adalah analisa penentuan keuntungan maksimum atau kerugian mini-mum. Yang
pertama perlu diketahui adalah rasio kontribusi margin, yaitu rasio antara
biaya variabel dengan hasil penjualan. Lebih jelasnya, dapat dilihat dari
rumusan berikut:
Biaya Variabel
Rasio kontribusi
margin = 1 – ------------------------
Hasil Penjualan
Dengan demikian, rumusan untuk menetapkan penjualan
minimal dari keuntungan yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :
Biaya
Tetap + Laba
Minimal
Penjualan = -----------------------------------
Biaya
Variabel
Pada saat menyajikan rencana usaha
kepada para investor maupun para kreditor, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh
perusahaan/pengusaha adalah sebagai berikut :
1.
Usahakan rencana
bisnis yang disusun tidak terlalu tebal tetapi lengkap, artinya mencakup
berbagai informasi yang dibutuhkan oleh evaluator baik dari piahk investor
maupun kreditor untuk melakukan pengambilan keputusan. Uraian lebih rinci
sebaiknya dibuat dalam bentuk lampiran. Kuratko dan Hodgetts (2004) menyarankan
agar tebal rencana bisnis tidak lebih dari 50 halaman.
2.
Penampilan rencana
bisnis harus dibuat menarik karena investor dan kreditor akan memperoleh kesan
pertama terhadap perusahaan yang sedang mencari pendanaan dari penampilan
rencana bisnis yang diajukan kepada mereka.
3.
Sampul depan
rencana bisnis harus memuat nama perusahaan, alamat, nomor telpon perusahaan,
dan bulan serta tahun rencana bisnis dikeluarkan. Hal tersebut untuk memudahkan
calon investor atau kreditor melakukan komunikasi dengan perusahaan atau pada
saat mereka memberikan jawaban balasan terhadap rencana bisnis yang disampaikan
perusahaan. Pada bagian dalam dari sampul, harus dituliskan jumlah
salinan/copy bisnis yang diedarkan. Hal ini akan memberi kesan kepada calon
investor maupun kreditor bahwa mereka adalah pihak yang diprioritaskan oleh
perusahaan dalam memperoleh penawaran rencana bisnis.
4.
Rencana bisnis yang
baik harus mencantumkan ringkasan eksekutif (executive summary) yang
dapat disampaikan dalam 2-3 halaman yang memuat penjelasan mengenai keadaan
usaha saat ini. Ringkasan tersebut dapat berisi produk dan jasa yang
dihasilkan, manfaat produk bagi pelanggan, ramalan keuangan, tujuan perusahaan
dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun), jumlah dana yang dibutuhkan,
serta manfaat yang akan diterima oleh investor.
5.
Penyusunan rencana
bisnis harus diorganisasikan dengan baik.
Rencana usaha yang
baik akan mencantumkan risiko utama dari suatu bisnis yang akan dijalankan.

0 komentar: